“HERO”

There’s a hero if you look inside your heart
You don’t have to be afraid of what you are.
There’s an answer if you reach into your soul
and the sorrow that you know will melt away

And then a hero comes along
with the strength to carry on
and you cast your fears aside
and you know you can survive.

So, when you feel like hope is gone
look inside you and be strong
and you’ll finally see the truth
that a hero lies in you.

It’s a long road when you face the world alone;
No one reaches out a hand for you to hold.
You can find love if you search within your self
and the emptiness you felt will disappear.

And then a hero comes along
with the strength to carry on
and you cast your fears aside
and you know you can survive.

So, when you feel like hope is gone
look inside you and be strong
and you’ll finally see the truth
that a hero lies in you.

oh….Lord knows dreams are hard to follow,
But don’t let anyone tear them away.
Just Hold on, there will be tomorrow,
In time you’ll find the way

And then a hero comes along
with the strength to carry on
and you cast your fears aside
and you know you can survive.

So, when you feel like hope is gone
look inside you and be strong
and you’ll finally see the truth
that a hero lies in you
that a hero lies in … you
mmmm that a hero lies in…..you.

MAJAS-MAJAS BAHASA INDONESIA

Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.
Dalam Bahasa Indonesia, majas terdiri dari 4 jenis:
1. majas perbandingan
2. majas sindiran
3. majas penegasan
4. majas pertentangan

Majas perbandingan
1. Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
2. Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
3. Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.
4. Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll.
5. Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
6. Sinestesia: Metafora berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan pada indra lain.
7. Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.
8. Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
9. Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
10. Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
11. Litotes: Ungkapan berupa mengecilkan fakta dengan tujuan merendahkan diri.
12. Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
13. Personifikasi: Pengungkapan dengan menyampaikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia.
14. Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
15. Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
16. Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
17. Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
18. Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
19. Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
20. Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
21. Perifrase: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
22. Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
23. Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.

Majas sindiran
1. Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
2. Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
3. Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
4. Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
5. Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.

Majas penegasan
1. Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
2. Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
3. Repetisi: Perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
4. Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
5. Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
6. Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar.
7. Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
8. Sigmatisme: Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu.
9. Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
10. Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
11. Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
12. Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
13. Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
14. Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
15. Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
16. Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
17. Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
18. Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
19. Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
20. Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
21. Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
22. Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
23. Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
24. Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
25. Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.

Majas pertentangan
1. Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
2. Oksimoron: Paradoks dalam satu frase.
3. Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
4. Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
5. Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.

MENJAGA KUALITAS SUARA

Pada saat presentasi, kualitas vocal sangat menentukan keefektifan dalam presentasi. Walaupun komunikasi visual dan verbal merupakan faktor penting tapi kualitas suara juga merupakan faktor yang signifikan. Untuk menjaga kualitas suara agar tetap fit ada beberapa tips yang dapat dipergunakan :

1. Jangan merokok
Jika ingin menjaga kualitas suara tetap prima usahakan agar hindari rokok.
Unsur dalam rokok menyebabkan dapat merusak suara.

2. Minum air putih yang cukup
Hindari untuk meminum teh, kopi, alcohol. dan air bersoda yang terlalu banyak. Usahakan hanya meminum 2-3 gelas perhari. Menurut penelitian terlalu banyak berjemur dipanas matahari dan berada diruangan ber AC menurunkan kualitas suara.

3. Pemanasan
Melatih suara sama dengan melatih otot diperlukan pemanasan. Teknik yang bisa dilakukan antara lain :

a. Lion Face bertujuan melemaskan otot-otot muka
Muka diciutkan bersamaan dengan menguncupkan jari – jari kedua tangan. Kemudian dilebarkan dengan menjulurkan lidah. Frekwensi 5 x @ 5 Hitungan
b. Mengatupkan Gigi bertujuan melemaskan otot-otot rahang
Gigi dikatupkan dengan kuat, sementara bibir terbuka bersamaan dengan itu kedua tangan dikepalkan, 10 x @5 hitungan
4. Hindari makan terlalu malam
Makan terlalu malam mengakibatkan pencernaan yang tidak sempurna sehingga mempengaruhi kerja tenggorokan yang akan mempengaruhi kualitas vokal.

5. Mengontrol stress
Stress yang berlebihan dapat mengakibatkan menurunnya kualitas suara. Gunakan teknik relaksasi dan bernafas yang dalam dapat mengurangi stress.

BELAJAR EFEKTIF MENJELANG TES

Walaupun di benci, ujian akhir dan tes sangat berpengaruh pada hasil nilai rapo rnanti. Pertanyaannya, adalah bagaimana caranya agar ujian nanti tidak gagal. Tips dibawah ini akan membantu kamu-kamu dalam menghadapi test atau ujian akhir. Yang penting, bukan working harder, tapi studying smarter.

Persingkat Catatan Pelajaran

Agar ujian bisa sukses, kunci pertama adalah cara kita mencatat pelajaran dari guru.Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang dan bertele-tele. Sebaliknya, kita harus belajarhanya mencatat pokok-pokok kunci dari materi yang diberikan guru. Karena mencatatdan menulis tidak mungkin dilakukan pada saat yang sama, pada saat guru berhentisebentar ketika mengajar, langsung buat pokok-pokok materi di buku atau kertas.Malamnya, sediakan waktu 5 menit setiap hari untuk membaca ulang catatan pokok-pokok pelajaran. Dijamin, kamu tidak akan terkantuk-kantuk membacanya. Mengerti Seluruh Materi Ujian Sehari sebelum ujian dimulai, langsung tanya guru materi apa saja yang kamu masih tidak begitu paham. Mungkin proses kimia, pembuatan matriks atau beda novel dan cerber. Apapun. Tanyakan segera. Dengan cara ini, kamu secara psikologis sudah siap mental karena meskipun belum terhapalkan, secara konsep , tidakada materi yang belum dipahami.

Pilih Waktu Belajar Yang Tepat

Seringkali kita memutuskan untuk tidur dulu 1-2 jam sebelum bangun dan belajar, SalahBesar. Kenapa? Karena apabila kita belajar pada saat badan masih segar, paling bagussebelum makan malam dan beberapa jam sesudahnya, proses belajar akan lebih cepat. Sehingga kita tidak perlu belajar sampai larut malam. Hasilnya, karena tidur cukup, pada saat kita mengerjakan tes keesokannya, badan jauh lebih segar dan ingatan lebih lancar.Dijamin.

Bentuk Kelompok Belajar

Walau kedengarannya kuno, metode kelompok belajar tetap efektif. Caranya , adalahkumpulkan 4-5 orang teman dalam satu kelompok belajar. Kemudian, bagi rata materiyang akan ditanyakan dalam tes kepada setiap anggota. Kemudian, setiap anggota diharuskan mempelajari materi yang telah dipilih hingga paham dan mengajarkan ulangke anggota kelompok belajar lainnya. Setiap anggota harus benar-benar mengerti topikyang diajarkan salah seorang temannya sebelum pindah giliran. Dengan cara ini, dijaminkamu tidak akan mengantuk. Karena suasana belajar, yang memang sedikit membosankan, akan jauh lebih fun.

Pilih Tempat Belajar Yang Tenang

Kunci lainnya dalam belajar adalah jangan pilih tempat belajar yang berisik dan banyakgangguan. Satu lagi, matikan televisi dan radio sewaktu belajar.

Pelajari Materi Yang Masih Belum Dipahami

Jangan buang-buang waktu mempelajar item yang sudah kamu kuasai. Ganti dengan memilih materi yang masih belum dimengerti dan pelajari terus sampai akhirnya kamu bisa membuat konsep dengan bahasa kamu sendiri.

Buat Rencana Belajar

Mulai belajar dengan membuat daftar target yang ingin kamu capai. Misal;

1. Baca ulang kesimpulan bab

2. Menghapal Vocabulary

3. Pilih satu konsep materi, seperti prosespencernaan hewan berkaki empat, dan buat target untuk bisa   menjelaskan ulang konsepitu dengan lengkap

Setelah daftar target lengkap, mulai belajar sesuai urutan daftar.Hanya berpidah ke target nomor dua apabila target nomor satu telah tercapai.

Jangan Lupa Istirahat

Belajar tanpa jeda juga dilarang lho. Setiap 30-45 menit, berdiri,berjalan keliling ruanganatau kalau mau dance juga dibolehkan. Kalau mau ngemil, juga boleh asal jangan terlalu banyak. Setelah itu, kembali lagi ke buku. Terakhir, jangan stress. Just do your best.Kalau kamu sudah melakukan tip-tip diatas, sebenarnya kamu sudah memperbesarpeluang untuk bisa mencapai skor yang bagus. Good Luck

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

  • Kalender

    • Desember 2016
      S S R K J S M
      « Nov    
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari